Statistik Kesejahteraan Rakyat 2026 adalah publikasi tahunan BPS yang menampilkan berbagai statistik sosial ekonomi penduduk Indonesia. Publikasi ini mencakup indikator kesejahteraan rakyat pada tingkat nasional dan provinsi, termasuk kependudukan, pendidikan, kesehatan, fertilitas, perumahan, penggunaan TIK, dan bantuan pemerintah. Data diperoleh dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2026 yang mencakup 356.000 rumah tangga sampel di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota di Indonesia.
Karakteristik Data:
- Data ini representatif hingga tingkat kabupaten/kota, namun tidak dapat dibedakan menurut urban/rural classification.
- Indikator yang ditampilkan meliputi: usia, jenis kelamin, status pernikahan, latar belakang pendidikan, tingkat pendidikan tertinggi, partisipasi sekolah, partisipasi prasekolah, keluhan kesehatan, angka sakitan, rawat jalan, rawat inap, imunisasi, status kehamilan, melahirkan anak hidup (ALH), penolong persalinan, berat badan ALH, kondisi perumahan, sumber air minum, fasilitas tempat buang air besar, sumber air mandi/cuci, bahan bakar utama, fasilitas penerangan, pemilahan sampah, kepemilikan aset, kepemilikan atau penerimaan jaminan sosial, penerimaan bantuan pangan non tunai (BPNT)/sembako, penerimaan program Keluarga Harapan (PKH), kepemilikan uang elektronik, dan korban kejahatan.
- Selain data, publikasi ini juga menampilkan nilai Relative Standard Error (RSE) untuk beberapa indikator sebagai ukuran presisi angka estimasi.
Pendahuluan:
- Publikasi ini berfungsi sebagai sumber informasi untuk mendukung perencanaan, pemantauan, dan evaluasi pembangunan.
- Data ini digunakan untuk mendapatkan gambaran mengenai kondisi sosial ekonomi masyarakat dan indikator kesejahteraan rakyat.
- Publikasi ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pengguna akan data sosial ekonomi untuk mendukung perencanaan, pemantauan, dan evaluasi pembangunan.
Metode Survei:
- Susenas Maret 2026 menggunakan stratified two-stage sampling dengan kerangka sampel yang terdiri dari Satuan Lingkungan Setempat (SLS).
- Data dikumpulkan melalui wawancara langsung antara petugas pencacah dengan responden.
- Tingkat respons survei mencapai 99.6 persen, sementara data yang ditabelkan mencapai 99.5 persen.
Klasifikasi Desa:
- Klasifikasi desa dibedakan menjadi dua, yaitu daerah perkotaan dan daerah perdesaan, berdasarkan Kriteria Desa Perkotaan/Perdesaan 2025.
Pengolahan Data:
- Data diproses melalui beberapa tahap di BPS Kabupaten/Kota, BPS Provinsi, dan BPS Pusat.
- Data yang diperoleh adalah data yang bersih (clean data) dan dilakukan tabulasi sesuai dengan dummy tabel yang telah disusun.
Penghitungan Sampling Error:
- Estimasi dari sampel survei dipengaruhi oleh dua jenis error, yaitu sampling error dan non-sampling error.
- Sampling error diukur menggunakan Relative Standard Error (RSE) dan nilainya ditampilkan pada bagian estimasi sampling error.
- RSE digunakan untuk menilai presisi angka estimasi, dengan RSE ≤25% dianggap akurat, RSE >25% tetapi ≤50% perlu hati-hatian, dan RSE >50% dianggap sangat tidak akurat.
Kesimpulan:
- Statistik Kesejahteraan Rakyat 2026 menawarkan gambaran komprehensif mengenai kondisi sosial ekonomi dan kesejahteraan rakyat di Indonesia.
- Data ini dapat digunakan untuk analisis dan perencanaan pembangunan, serta memberikan wawasan tentang tantangan dan kesempatan yang ada.
- Diharapkan adanya kerja sama dan partisipasi berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas publikasi dan pelayanan data BPS.